Tampilkan postingan dengan label Dunia Kecilku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Kecilku. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2011

Season

Plants in the Season

Spring

Autumn

Summer

Winter

Which the most do you like?

Bright and Life
Colorful and Calm
Sunny and Spirit
Cold and White
Keep your plants in your season



Sabtu, 16 Juli 2011

Menurutku, Dunia Yang Kecil itu...



Allah telah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 11 yang memiliki arti :

"Dan apabila dikatakan kepada mereka mereka, 'Janganlah berbuat kerusakan di bumi!' Mereka  menjawab, 'Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan."

Begitulah, Allah telah memerintahkan kepada kita untuk tidak melanggar nilai-nilai yang ditetapkan agama yang akan mengakibatkan alam menjadi rusak bahkan hancur. Allah telah menurunkan semua tumbuh-tumbuhan, hewan, air dan sebagainya untuk manusia. Dan seharusnya sebagai khalifah di bumi, manusia turut menjaganya, melindunginya, melestarikannya, bahkan mengolahnya dengan baik. Itulah tugas manusia setelah tugasnya untuk selalu bersujud kepada Allah.

Bumi ini luas. Sangat luas. Meskipun langit atau angkasa masih lebih sangat luas daripada bumi. Tetapi, terkadang orang berkata bahwa bumi ini kecil. Kenapa? Aku juga bingung mengapa orang mengibaratkannya seperti itu. Karena setahuku, luas bumi saja mencapai 57 juta km persegi. Sudah jutaan. Bahkan uang tabunganku belum sampai 50 juta.

Begitulah. Suatu hari, tanpa sengaja aku menemukan jawabannya. Saat itu aku dan temanku sedang bermain. Kami bermain negara-negaraan dengan peta yang aku bawa karena guruku menyuruhku untuk membawanya. Lalu, aku pun melebarkan tanganku dan mencoba untuk mengukur diameter bumi dengan telapak tanganku sendiri. Mungkin lebarnya hanya dua jengkal lebih sedikit. Aku pun sadar. Ternyata itu maksud perkataan orang-orang itu. Namun, aku kembali berpikir. Jika memang bumi sekecil itu, mengapa guruku yang suka menanam pohon tidak bisa menanamnya dengan cepat di seluruh dunia?
 


Ini adalah sampul belakang dari bukuku


Menarik, kan?

Itu benar, orang mengatakan bahwa bumi itu kecil karena bertemu dengan orang yang sama di tempat yang berbeda. Itu benar, bumi memang kecil di peta karena skalanya besar sekali dari ukuran yang sebenarnya. Namun, satu hal ini lagi juga akan menjadi benar. Bumi menjadi kecil ketika kita mau bersama-sama menanam pohon di tempat masing-masing atau di tempat yang kita suka. Tanpa sadar, bumi sudah dipenuhi dengan pohon-pohon dan bunga-bunga karena kita serempak menanamnya.

Jangan menyerah meskipun hanya kita sendiri yang melakukannya. Jangan iri jika orang lain duduk dengan tenang sementara kita berkeringat karena menanam pohon yang kita sukai. Dan tetap ikhlas untuk bersikap peduli lingkungan karena selain lingkungan jadi bersih, kita juga akan mendapat banyak pahala.

Jagalah hatimu untuk tetap membuang sampah pada tempatnya. Pikirkan jika orang yang bersih adalah orang yang istimewa karena menjadi bersih itu susah. Jangan malas untuk mengikuti praktek pelajaran PLH dan pikirkan jika dirimu akan memperoleh banyak pengalaman dari sana. Dan jangan terpengaruh untuk menjadi orang yang lebih buruk. Sekali-kali, jadilah orang yang ditiru, bukan orang yang meniru. Bukankah itu terdengar hebat?

Rabu, 13 Juli 2011

Bibit Pohon Mangga


Seluruh anak memiliki ayah. Seluruh anak menyayangi ayahnya karena ayahnya telah melakukan segala macam hal yang membuat si anak merasa beruntung. Ayah selalu melindungi dan menjaga serta mengajari anaknya karena si ayah menyayangi anaknya.

Suatu hari, aku melihat adikku sedang jongkok di taman membelakangiku. Aku lalu mengintip, apa sih yang sedang dilakukannya sekarang? Ternyata, setelah berhasil melihatnya, aku tahu bahwa adikku sedang mengamati sebuah bibit pohon mangga yang masih kecil. Kemudian aku bertanya pada adikku, apa yang sedang diperhatikannya? Ia lalu menjawab, aku sedang memperhatikan anakku. Memperhatikan anakku? Aku masih belum mengerti dengan ucapannya. Ia kemudian menjawab, aku sangat suka dengan pohon mangga ini. Mangga sangat enak untuk dimakan dan meneduhkan ketika hari masih siang. Sekarang memang aku yang menjaga pohon ini, tetapi nanti pohon inilah yang melindungiku. Begitu kata guruku. Pohon ini sama sepertiku yang berjanji akan menyayangi ayah setelah aku besar nanti.

Aku sedikit kaget setelah mendengarnya. Sungguh, betapa besarnya arti sebuah bibit saja jika kita menganggapnya istimewa. Kita tidak perlu takut jika hanya kita yang menyayangi. Karena Allah Maha Adil, maka kita pasti juga akan disayangi. Dan begitupun sebaliknya. Mungkin pohon terlihat tidak menguntungkan untuk kita. Tetapi, karena hakikat kehidupan yang mengharuskan kita untuk saling berhubungan, maka pohon juga bisa marah dan memberi kita pelajaran. Oleh karena itu, kita harus mulai untuk mengubah sikap dan pola pikir sehingga kita mengerti bahwa seluruh makhluk ciptaan Allah diciptakan untuk kita. Dan kita (manusia) sebagai khalifah juga telah dituntut untuk menjaga dan memimpin bumi menuju jalan yang benar. Maka hendaknya janganlah kita merusak bumi dengan tangan-tangan bersih kita. Karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Dan orang yang beriman adalah orang-orang yang disayangi oleh Allah dan malaikat-Nya.