Senin, 17 Oktober 2011

K3LH
















Gambar di atas adalah hasil pengamatan saya tentang tugas yang diberikan oleh Abi Oan. Saya memilih Mbak yang menjadi penolong kebersihan di rumah saya. Berikut adalah hasil observasi saya terhadap K3LH terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh Mbak di atas. 




Jenis Bahaya

Risiko
Konsekuensi
Faktor Fisik

§  Suhu panas.




§  Biang keringat, Dehidrasi



§  Kelelahan.

Faktor Kimia
§  Air sabun detergen yang digunakan.

§  Kulit



§  Tangan gatal-gatal dan alergi
Faktor Ergonomic
§ Duduk membungkuk terlalu lama pada saat menyetrika.

§ Posisi kaki yang tidak terlalu nyaman.

§ Meletakkan pakaian yang sudah disetrika pada bagian di belakang tubuhnya.

§ Membersihkan peralatan rumah  yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dengan kemoceng.

§ Membungkukkan badan ketika memeras lap pel.

§  Nyeri punggung


§  Kaki dan tangan


§  Nyeri punggung



§  Nyeri punggung




§  Nyeri punggung



§  Sakit pinggang
§ Pegal
§ Kelelahan
§ Kesemutan





§  Sakit leher
§  Kejatuhan barang



§  Sakit pinggang
§  Pegal
§  kelelahan
Faktor Psikososial
§  Jam kerja yang lama/ istirahat kurang.

§  Tingkah laku tuan rumah yang bermacam-macam.

§  Kurang baiknya komunikasi antara tuan rumah dengan pekerja.


§  Stress


§  Stress


§  Tuan rumah tidak tenang dan pekerja tidak bisa bekerja dengan baik


§  Mialgia, loss concentration.

§  Pusing.


§  Pusing, loss concentration.

Alat Perlindungan Diri dan Sterilitas Peralatan untuk Bekerja
§  Tidak menggunakan alat pernapasan ketika menyapu lantai.


§  Infeksi


§  Sesak napas.
Kecelakaan dalam Bekerja
§  Alat-alat rumah yang tiba-tiba jatuh karena tidak tertata dengan baik.

§  Terjatuh ketika mengepel lantai.

§  Terkena setrika

§  Anggota tubuh



§  Tulang duduk.


§  Kulit

§ Luka (bisa ringan atau serius).


§ Memar, kelumpuhan.

§ Melepuh, kerusakan pada kulit




2. Analisa Semikualitatif


Tingkat Keparahan
Kemungkinan Terjadi
Jarang Terjadi

(1)
Kurang mungkin terjadi (2)
Mungkin terjadi
(3)
Sangat Mungkin terjadi (4)
Hampir Pasti terjadi
(5)
(1)
Tidak ada pengaruh





(2)
Pengaruh sangat ringan
§ Jam kerja yang lama/ istirahat kurang. (2)
§  Tingkah laku tuan rumah yang bermacam-macam
(4)



(3)
Pengaruh ringan
§  Kurang baiknya komunikasi antara tuan rumah dengan pekerja. (3)


§ Suhu panas
(9)
§ Membersihkan peralatan rumah  yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dengan kemoceng. (9)
§ Membungkukkan badan ketika memeras lap pel. (9)


§ Posisi kaki yang tidak terlalu nyaman. (12)

§ Duduk membungkuk terlalu lama pada saat menyetrika.(15)
§ Meletakkan pakaian yang sudah disetrika pada bagian di belakang tubuhnya.
(15)

(4)
Pengaruh serius




§ Terkena setrika. (16)
§  Air sabun detergen yang digunakan(20)
§  Tidak menggunakan peralatan apapun untuk alat pernapasan ketika menyapu lantai. (20)

(5)
Pengaruh fatal
§  Alat-alat rumah yang tiba-tiba jatuh karena tidak tertata dengan baik. (5)
§  Terjatuh ketika mengepel lantai. (5)











NO.
HAZARD
SKOR
TAFSIRAN
1.
§  Air sabun detergen yang digunakan.
§  Tidak menggunakan peralatan apapun untuk alat pernapasan ketika menyapu lantai.

20
§  Hampir pasti terjadi.
§  Pengaruh serius.
2.
§  Terkena setrika.
16
§  Sangat mungkin terjadi.
§  Pengaruh serius.
3.
§ Duduk membungkuk terlalu lama pada saat menyetrika.
§ Meletakkan pakaian yang sudah disetrika pada bagian di belakang tubuhnya.

15
§  Hampir pasti terjadi.
§  Pengaruh ringan.
4.
§ Posisi kaki yang tidak terlalu nyaman.

12
§  Sangat mungkin terjadi.
§  Pengaruh ringan.
5.
§ Suhu panas.
§ Membersihkan peralatan rumah  yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dengan kemoceng.
§ Membungkukkan badan ketika memeras lap pel.

9
§  Mungkin terjadi.
§  Pengaruh ringan.
6.
§  Alat-alat rumah yang tiba-tiba jatuh karena tidak tertata dengan baik.
§  Terjatuh ketika mengepel lantai.

5
§  Jarang terjadi.
§  Pengaruh fatal.
7.
§  Tingkah laku tuan rumah yang bermacam-macam

4
§  Kurang mungkin terjadi.
§  Pengaruh sangat ringan.
8.
§ Kurang baiknya komunikasi antara tuan rumah dengan pekerja.
3
§  Jarang terjadi.
§  Pengaruh ringan.
9
§ Jam kerja yang lama/ istirahat kurang.
2
§  Jarang terjadi.
§  Pengaruh sangat ringan.



NO.
HAZARD
PENGENDALIAN
1.
§  Air sabun detergen yang digunakan.
§  Tidak menggunakan peralatan apapun untuk alat pernapasan ketika menyapu lantai.

§  Menggunakan sarung tangan ketika memeras lap pel.
§  Memakai masker untuk menghindari debu lantai.
2.
§  Terkena setrika.
§  Bersikap lebih berhati-hati dan tidak terburu-buru.
3.
§ Duduk membungkuk terlalu lama pada saat menyetrika.
§ Meletakkan pakaian yang sudah disetrika pada bagian di belakang tubuhnya.

§  Sediakan meja yang sesuai dengan tinggi tubuh.
§  Mengubah posisi, sehingga pakaian dapat diletakkan di samping tanpa perlu repot-repot memutar tubuh.
4.
§ Posisi kaki yang tidak terlalu nyaman.

§  Menggunakan kursi atau merelaksasi posisi tubuh setiap 30 menit sekali.
5.
§ Suhu panas.
§ Membersihkan peralatan rumah  yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dengan kemoceng.
§ Membungkukkan badan ketika memeras lap pel.

§  Minimal harus ada kipas angin.
§   
§  Gunakan alat yang memeras lap pel secara otomatis, atau memutar kain pel.
6.
§  Alat-alat rumah yang tiba-tiba jatuh karena tidak tertata dengan baik.
§  Terjatuh ketika mengepel lantai.

§  Berhati-hati dan memperhatikan keadaan sekitar.
§  Merapikan barang-barang rumah tangga dengan rapi dan disusun secara baik.
7.
§  Tingkah laku tuan rumah yang bermacam-macam

§  Adanya saling menghargai dan bersikap baik antara satu sama lain.
8.
§  Kurang baiknya komunikasi antara tuan rumah dengan pekerja.
§  Tidak mementingkan diri sendiri dan lebih banyak berkomunikasi antara satu dengan yang lain.
9.
§  Jam kerja yang lama/ istirahat kurang.
§  Diberi jadwal, misalnya dua kali seminggu dengan batasan waktu sekitar 2 jam bekerja.


Selasa, 02 Agustus 2011

EfSD (Education for Sustainable Development)-PPT




















Ini adalah PPT dari tugas EfSD. Daftar pustaka atau referensinya sama seperti uraian yang sebelumnya.

EfSD (Education for Sustainable Development)



  
Pendahuluan

Hidup di dunia ini semakin kompleks dan bahkan mengarah kepada kondisi 'chaostic' karena tetap meningkatnya pertumbuhan populasi dunia yang melebihi kapasitas produktivitas natural bumi dan semakin cepatnya perkembangan komunikasi dan transportasi yang menghasilkan makin meningkatnya (rumitnya) world interlinkages, seperti globalisasi ekonomi, perdagangan, lingkungan, masalah pembangunan, kemiskinan, dll.

Secara total/bersama manusia hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak 'seimbang', yaitu lebih banyak memanfaatkan daripada memelihara sumber-sumber natural, yang berarti meletakkan kehidupan manusia pada kondisi 'unsustainable development'. Jika hal ini terus-menerus terjadi akan menghasilkan bencana besar bagi generasi mendatang, hal ini tidak boleh dibiarkan terjadi, karena akan mengarah ke unsustainable global eco-systems.

Atas dasar pemikiran itu, lahirlah gagasan Education for Sustainable Development.

Sejarah EfSD

Ide tentang EfSD pertama kali dincetuskan oleh Prof. Dr. Hans J. A. Van Ginkel, mantan rektor United Nations (UN) University dan Staf Ahli Sekjen UN. EfSD lahir dilatarbelakangi kondisi dunia kontemporer yang menghadapi persoalan makin kompleks dan mengarah pada situasi chaos. Hal ini terlihat dari makin meningkatnya pertumbuhan populasi dunia melebihi kapasitas produktivitas natural bumi. Semakin cepatnya perkembangan komunikasi dan transportasi, melahirkan sejumlah masalah besar dalam hal globalisasi, perdagangan, lingkungan, pembangunan, dan kemiskinan. Melalui EfSD diharapkan terbangun kapasitas komunitas atau bangsa yang mampu membangun, mengembangkan, dan mengimplementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada sustainable development.

Konsep sustainable development adalah pola pemanfaatan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan tetap memelihara lingkungan, sehingga kebutuhan itu bukan hanya terpenuhi hari ini tetapi juga untuk generasi mendatang ”Sustainable development as development that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs”. Sehingga, EfSD adalah pendidikan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu pendidikan yang memberi kesadaran dan kemampuan kepada semua orang terutama generasi mendatang untuk berkontribusi lebih baik bagi pengembangan berkelanjutan pada masa sekarang dan yang akan datang.

 
Apa itu EfSD?

EfSD (Education for Sustainable Development) adalah sebuah pendekatan untuk pengajaran dan pembelajaran berdasarkan cita-cita dan prinsip-prinsip yang mendasari keberlanjutan - hak asasi manusia, pengentasan kemiskinan, mata pencaharian yang berkelanjutan, perdamaian, perlindungan lingkungan, demokrasi, kesehatan, biologi dan keragaman lanskap, perubahan iklim, kesetaraan gender, dan perlindungan adat budaya. Dalam dan dimensi lain, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan adalah analog dengan visi dan tujuan UNESCO.

Apakah Peranan EfSD?

Peran pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (EfSD) adalah untuk membantu orang mengembangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan untuk membuat keputusan untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain, sekarang dan untuk masa depan, dan untuk bertindak atas keputusan tersebut.

Apa Fungsi dan Manfaat EfSD?

Fungsi dan manfat EfSD adalah sebagai berikut :
  1. Terbangunnya kapasitas komunitas/bangsa yang mampu membangun, mengembangkan, dan mengimplementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada sustainable development, yaitu kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan ekosistem.
  2. Mendidik manusia agar sadar tentang individual responsibility yang harus dikontribusikan, menghormati hak-hak orang lain, alam dan diversitas, dapat menentukan pilihan/keputusan yang bertanggungjawab, dan mampu mengartikulasikan semua itu dalam tindakan nyata.
  3. Menumbuhkan komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih aman dan nyaman, baik sekarang maupun di masa mendatang.

Apa Saja Pilar-Pilar EfSD?

Menurut UNESCO (2005), EfSD menekankan pada tiga pilar, yaitu :
  1. Perspektif sosial-budaya: hak-hak manusia, ketahanan perdamaian dan manusia, persamaan gender, keragaman budaya dan kesehatan, HIV/AIDS dan pemerintah.
  2. Perspektif Lingkungan: sumber daya alam, perubahan iklim, perubahan pada tingkat desa, urbanisasi berkelanjutan dan pencegahan bencana dan mitigasi.
  3. Perspektif Ekonomi: pengurangan kemiskinan, hubungan antara tanggung jawab dan akuntabilitas, dan ekonomi pasar.



Lalu, Apa Tujuan Akhir dari EfSD?

Tahun 2005 – 2014 ditetapkan sebagai dasawarsa EfSD. Tujuan akhir dasawarsa ini ialah bahwa pendidikan pembangunan berkelanjutan haruslah menjadi lebih daripada sekedar sebuah semboyan.  Akan tetapi menghasilkan kenyataan konkret bagi kita semua, perorangan, organisasi, pemerintahan dalam segala keputusan dan tindakan kita, sehingga terpenuhilah janji adanya sebuah planet yang berkelanjutan dan dunia yang lebih aman bagi anak, cucu, dan keturunan kita. Hal ini berarti pendidikan harus mampu menanggapi masalah-masalah sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan hidup yang kita hadapi dalam abad ke-21. Masyarakat merupakan sasaran yang harus dijangkau EfSD, unsur masyarakat mulai dari anak anak, remaja, dewasa sampai orang tua, laki-laki, perempuan, kelompok  dan golongan masyarakat apapun adalah tempat EfSD ditanamkan dan disemaikan. EfSD harus diakarkan di masyarakat lokal karena dampak pembangunan berkelanjutan dan pembangunan tidak berkelanjutan dirasakan langsung di tingkat lokal.




cr :
Fien J, (dilihat 10 Oktober 2000), Pendidikan yang Bersifat Berkelanjutan, UNEP, Pusat Pengembangan dan Pembaharuan Pendidikan Asia-Pasifik (UNESCO), Universitas Griffith, http://www.ens.gu.edu.au/ciree/lse/mod1.htm
website lppm-ugm

Senin, 01 Agustus 2011

Season

Plants in the Season

Spring

Autumn

Summer

Winter

Which the most do you like?

Bright and Life
Colorful and Calm
Sunny and Spirit
Cold and White
Keep your plants in your season